Tampilkan postingan dengan label Karakter Listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karakter Listrik. Tampilkan semua postingan

Peranan Kapasitor dalam Penggunaan Energi Listrik


Kehidupan modern salah satu cirinya adalah pemakaian energi listrik yang besar. Besarnya energi atau beban listrik yang dipakai ditentukan oleh reaktansi (R), induktansi (L) dan capasitansi (C). Besarnya pemakaian energi listrik itu disebabkan karena banyak dan beraneka ragam peralatan (beban) listrik yang digunakan. Sedangkan beban listrik yang digunakan umumnya bersifat induktif dan kapasitif. Di mana beban induktif (positif) membutuhkan daya reaktif seperti trafo pada rectifier, motor induksi (AC) dan lampu TL, sedang beban kapasitif (negatif) mengeluarkan daya reaktif. Daya reaktif itu merupakan daya tidak berguna sehingga tidak dapat dirubah menjadi tenaga akan tetapi diperlukan untuk proses transmisi energi listrik pada beban. Jadi yang menyebabkan pemborosan energi listrik adalah banyaknya peralatan yang bersifat induktif. Berarti dalam menggunakan energi listrik ternyata pelanggan tidak hanya dibebani oleh daya aktif (kW) saja tetapi juga daya reaktif (kVAR). Penjumlahan kedua daya itu akan menghasilkan daya nyata yang merupakan daya yang disuplai oleh PLN. Jika nilai daya itu diperbesar yang biasanya dilakukan oleh pelanggan industri maka rugi-rugi daya menjadi besar sedang daya aktif (kW) dan tegangan yang sampai ke konsumen berkurang. Dengan demikian produksi pada industri itu akan menurun hal ini tentunya tidak boleh terjadi untuk itu suplai daya dari PLN harus ditambah berarti penambahan biaya. Karena daya itu P = V.I, maka dengan bertambah besarnya daya berarti terjadi penurunan harga V dan naiknya harga I. Dengan demikian daya aktif, daya reaktif dan daya nyata merupakan suatu kesatuan yang kalau digambarkan seperti segi tiga siku-siku pada Gambar 1. 
Dari Gambar 1 tersebut diperoleh bahwa perbandingan daya aktif (kW) dengan daya nyata (kVA) dapat didefinisikan sebagai faktor daya (pf) atau cos r. 
cos r = pf = P (kW) / S (kVA) ........(1)  P (kW) = S (kVA) . cos r................(2) 
Seperti kita ketahui bahwa harga cos r adalah mulai dari 0 s/d 1. Berarti kondisi terbaik yaitu pada saat harga P (kW) maksimum [ P (kW)=S (kVA) ] atau harga cos r = 1 dan ini disebut juga dengan cos r yang terbaik. Namun dalam kenyataannya harga cos r yang ditentukan oleh PLN sebagai pihak yang mensuplai daya adalah sebesar 0,8. Jadi untuk harga cos r < 0,8 berarti pf dikatakan jelek. Jika pf pelanggan jelek (rendah) maka kapasitas daya aktif (kW) yang dapat digunakan pelanggan akan berkurang. Kapasitas itu akan terus menurun seiring dengan semakin menurunnya pf sistem kelistrikan pelanggan. Akibat menurunnya pf itu maka akan muncul beberapa persoalan sbb:
a. Membesarnya penggunaan daya listrik kWH karena rugi-rugi.
b. Membesarnya penggunaan daya listrik kVAR.
c. Mutu listrik menjadi rendah karena jatuh tegangan.
Secara teoritis sistem dengan pf yang rendah tentunya akan menyebabkan arus yang dibutuhkan dari pensuplai menjadi besar. Hal ini akan menyebabkan rugi-rugi daya (daya reaktif) dan jatuh tegangan menjadi besar. Dengan demikian denda harus dibayar sebabpemakaian daya reaktif meningkat menjadi besar. Denda atau biaya kelebihan daya reaktif dikenakan apabila jumlah pemakaian kVARH yang tercata dalam sebulan lebih tinggi dari 0,62 jumlah kWH pada bulan yang bersangkutan sehingga pf rata-rata kurang dari 0,85. Sedangkan perhitungan kelebihan pemakaian kVARH dalam rupiah menggunakan rumus sbb:
[ B - 0,62 ( A1 + A2 ) ] Hk 
Dimana : B = pemakaian k VARH
A1 = pemakaian kWH WPB
A2 = pemakaian kWH LWBP
Hk = harga kelebihan pemakaian kVARH
Untuk memperbesar harga cos r (pf) yang rendah hal yang mudah dilakukan adalah memperkecil sudut r sehingga menjadi r1 berarti r>r1. Sedang untuk memperkecil sudut r itu hal yang mungkin dilakukan adalah memperkecil komponen daya reaktif (kVAR). Berarti komponen daya reaktif yang ada bersifat induktif harus dikurangi dan pengurangan itu bisa dilakukan dengan menambah suatu sumber daya reaktif yaitu berupa kapasitor. 
Proses pengurangan itu bisa terjadi karena kedua beban (induktor dan kapasitor) arahnya berlawanan akibatnya daya reaktif menjadi kecil. Bila daya reaktif menjadi kecil sementara daya aktif tetap maka harga pf menjadi besar akibatnya daya nyata (kVA) menjadi kecil sehingga rekening listrik menjadi berkurang. Sedangkan keuntungan lain dengan mengecilnya daya reaktif adalah : 

  • Mengurangi rugi-rugi daya pada sistem.

  • Adanya peningkatan tegangan karena daya meningkat.

  • Proses Kerja Kapasitor 

    Kapasitor yang akan digunakan untuk meperbesar pf dipasang paralel dengan rangkaian beban. Bila rangkaian itu diberi tegangan maka elektron akan mengalir masuk ke kapasitor. Pada saat kapasitor penuh dengan muatan elektron maka tegangan akan berubah. Kemudian elektron akan ke luar dari kapasitor dan mengalir ke dalam rangkaian yang memerlukannya dengan demikian pada saaat itu kapasitor membangkitkan daya reaktif. Bila tegangan yang berubah itu kembali normal (tetap) maka kapasitor akan menyimpan kembali elektron. Pada saat kapasitor mengeluarkan elektron (Ic) berarti sama juga kapasitor menyuplai daya treaktif ke beban. Keran beban bersifat induktif (+) sedangkan daya reaktif bersifat kapasitor (-) akibatnya daya reaktif yang berlaku menjadi kecil. 
    Rugi-rugi daya sebelum dipasang kapasitor : 
    Rugi daya aktif = I2 R Watt .............(5)
    Rugi daya reaktif = I2 x VAR.........(6)
    Rugi-rugi daya sesudah dipasang kapasitor :
    Rugi daya aktif = (I2 - Ic2) R Watt ...(7)
    Rugi daya reaktif = (I2 - Ic2) x VAR (8)

    Pemasangan Kapasitor 

    Kapasitor yang akan digunakan untuk memperkecil atau memperbaiki pf penempatannya ada dua cara : 
    1. Terpusat kapasitor ditempatkan pada:
    a. Sisi primer dan sekunder transformator
    b. Pada bus pusat pengontrol
    2. Cara terbatas kapasitor ditempatkan
    a. Feeder kecil
    b. Pada rangkaian cabang
    c. Langsung pada beban

    Perawatan Kapasitor

    Kapasitor yang digunakan untuk memperbaiki pf supaya tahan lama tentunya harus dirawat secara teratur. Dalam perawatan itu perhatian harus dilakukan pada tempat yang lembab yang tidak terlindungi dari debu dan kotoran. Sebelum melakukan pemeriksaan pastikan bahwa kapasitor tidak terhubung lagi dengan sumber. Kemudian karena kapasitor ini masih mengandung muatan berarti masih ada arus/tegangan listrik maka kapasitor itu harus dihubung singkatkan supaya muatannya hilang. Adapun jenis pemeriksaan yang harus dilakukan meliputi :

  • Pemeriksaan kebocoran

  • Pemeriksaan kabel dan penyangga kapasitor

  • Pemeriksaan isolator

  • Sistem Mikroprosesor

    Selain komponen induktor pemborosan pemakaian listrik bisa juga terjadi karena: 
    Tegangan tidak stabil 
    Ketidak stabilan tegangan bisa menyebabkan terjadinya pemborosan energi listrik. Ketidakstabilan itu dapat diartikan tegangan pada suatu fase lebih besar, lebih kecil atau berfluktuasi terhadap teganga standar. Sedangkan akibat pembrosan energi listrik itu maka timbul panas sehingga bisa menyebabkan pertama kerusakan isolator peralatan yang dipakai. Ke dua memperpendek daya isolasi pada lilitan. Sementara itu dengan ketidakseimbangan sebesar 3% saja dapat memperbesar suhu motor yang sedang beroperasi sebesar 18% dari keadaan semula. Hal ini tentunya akan menimbulkan suara bising pada motor dengan kecepatan tinggi. 
    Harmonik 
    Harmonik itu bisa menimbulkan panas, hal ini terjadi karena adanya energi listrik yang berlebihan. Harmonik itu bisa muncul karena peralatan seperti komputer, kontrol motor dll. Harmonik merupakan suatu keadaan timbulnya tegangan yang periodenya berbeda dengan periode tegangan standar. Periode itu bisa 180 Hz (harmonik ke-3), 300 Hz (harmonik ke-5) dan seterusnya. Harmonik pada transformator lebih berbahaya, hal ini karena adanya sisrkulasi arus akibat panas yang berlebih. Sehingga hal ini bisa mengurangi kemampuan peralatan proteksi yang menggunakan power line carrier sebagai detektor kondisi normal. 
    Untuk mengoptimalkan pemakaian energi listrik bisa digunakan beban-beban tiruan berupa LC yang dilengkapi dengan teknologi mikroprosesor. Sehingga ketepatan dan keandalan dalam mendeteksi kualitas daya listrik bisa diperoleh. Mikroprosesor itu berfungsi untuk mengolah komponen-komponen yang menentukan kualitas tenaga listrik. Seperti keseimbangan beban antar fasa, harmonik dan surja. Apabila terdapat ketidakseimbangan antara fasa satu dengan fasa yang lainnya, maka mikroprosesor akan memerintahkan beban-beban LC untuk membuka atau menutup agar arus disuplai ke fasa satu sehingga selisih arus antara fasa satu dengan fasa yang lainnya tidak ada. Banyaknya L atau C yang dibuka atau ditutup tergantung dari kondisi ketidakseimbangan beban yang terdeteksi oleh mikroprosesor. Kondisi harmonik yang terdeteksi bisa dihilangkan dengan menggunakan filter LC. 
    Keuntungan alat ini adalah : 

  • Mampu mereduksi daya sampai 30%. 

  • Meningkatkan pf antara 95-100%

  • Dapat mengeliminasi terjadinya harmonik.

  • Dengan demikian pemakaian energi listrik bisa dihemat yaitu dengan cara mengoptimalkan konsumsi energi masing-masing peralatan yang digunakan, memperkecil gejala harmonik dan menstabilkan tegangan. Sehingga energi tersisa bisa dimanfaatkan untuk sektor lain yang lebih membutuhkan. Sedang dampak negatif dari pemborosan energi listrik itu pertama menciptakan ketidakseimbangan beban fasa-fasa listrik yang pada gilirannya akan mempengaruhi over heating pada motor dan penurunan life isolator. Ke dua bagi PLN sebagai penyuplai energi listrik tentunya harus menyediakan energi listrik yang lebih besar lagi.

    Pasokan listrik untuk industri perlu diprioritaskan


    JAKARTA: Kadin menegaskan harus ada keseriusan dari pemerintah untuk memprioritaskan daerah pertumbuhan guna mendapatkan infrastruktur energi listrik yang memadai, sehingga pembangunan sektor manufaktur tidak hanya terpusat di Jakarta dan sekitarnya.

    Hal ini merespons komitmen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero yang menjanjikan tambahan pasokan listrik sebesar 1.600 megawatt (MW) untuk sektor industri dan bisnis pada tahun depan.
    Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kebijakan Fiskal, Moneter dan Publik Haryadi Sukamdani mengatakan kualitas pertumbuhan ekonomi dan industri nasional bergantung pada ketersediaan energi, termasuk pasokan listrik. Adanya suplai energi yang tinggi ke sektor industri tentu akan mengakselerasi pertumbuhan manufaktur nasional, dimana akan semakin banyak industri hulu dan hilir yang bertumbuh.
    “Berapapun suplai yang masuk ke pasar akan ada pengaruhnya, ini cukup membantu. Kalau pasokan lebih besar dari itu [1.600 MW], industri akan menyerap karena permintaan masih sangat tinggi. Di satu sisi, harus ada keseriusan dari pemerintah untuk memprioritaskan daerah-daerah pertumbuhan dengan infrastruktur memadai, kalau tidak, nanti hanya terpusat di Jakarta dan sekitarnya,” katanya ketika dikonfirmasi Bisnis, hari ini.
    Dia menjelaskan adanya tambahan pasokan listrik tentu akan meningkatkan minat investasi, tidak hanya dari investor asing tetapi juga penanaman modal dari dalam negeri. Peningkatan suplai listrik ke sektor industri akan mengakselerasi investasi di sektor hulu seperti pembangunan pabrik baja oleh PT Krakatau Steel dan Posco, serta menumbuhkan investasi di sektor hilir baja.
    Ketua Umum Hipmi Erwin Aksa mengatakan PLN seharusnya memberikan pasokan listrik bagi sektor industri di luar pulau Jawa, seperti Kalimantan, Riau, dan Sulawesi.
    “Untuk di pulau Jawa tidak ada masalah listrik karena ada proyek 10.000 MW. Jadi, harus ditanya dulu itu daerah mana yang diberikan sambungan listrik. Industri kebanyakan di Jawa, di luar Jawa industri dibangun lengkap dengan power plant,” kata Erwin. Industri di pulau Jawa, jelas Erwin, didominasi oleh sektor makanan dan minuman dan barang-barang konsumsi lainnya.
    Sementara itu, Menteri Perindustrian M.S Hidayat optimistis sektor industri nasional pada tahun depan akan mengalami peningkatan pertumbuhan menjadi 5,2%-5,3%, seiring kesiapan PLN menyediakan pasokan listrik berdaya 1.600 MW. Komitmen PLN tersebut dinilai merupakan bukti adanya jaminan suplai listrik bagi sektor industri, sehingga kondisi krisis listrik di sektor manufaktur diharapkan tidak terjadi secara terus menerus.
    “Sampai akhir 2010 ini, industri tumbuh 4,9%. Pada 2011, bisa tumbuh 5,2%-5,3% karena tambahan pasokan listrik itu. Akan terjadi diversifikasi usaha karena seluruh kebutuhan energi kuat. Masalah listrik seluruh kebutuhan akan tertanggulangi di 2011, minimal di seluruh pulau Jawa,” katanya. (tw)

    Turbin Angin Gantikan Energi Listrik


    MAKASSAR, UPEKS—Menyikapi krisis listrik yang terjadi disebagian wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) tentu membutuhkan solusi yang tepat untuk menangani-nya. Agar masyarakat bisa terlayani kebutuhan listrik dengan baik.
    Menjawab permasalahan tersebut, PT Perkasa Bima Kencana (PBK) mencoba menawarkan produk tekhnologi asal negara Taiwan yakni peralatan turbin angin.
    Peralatan ini sudah diperkenalkan pertama kalinya di Kabupaten Bulukumba.
    Direktur PT Perkasa Bima Kencana, Erik Elisar, Minggu (2/12) mengatakan penggunaan turbin angin dilakukan untuk membantu pelaksanaan salah satu proyek di Bumi Panrita Lopi tersebut.
    “Saat ini kami tengah memasang jaringan turbin angin untuk mendukung penggunaan operasional pompa sebagai sumber energi listrik untuk produksi air bersih,”ujarnya.
    Erik menambahkan dengan adanya penggunaan peralatan turbin angin ini maka kapasitas energi yang akan disiapkan sebanyak 28 kilo watt. Jumlah turbin angin yang dibuat sebanyak 140 turbin angin dengan kapasitas setiap turbin angin sebesar 200 watt.
    Anggaran pembuatan turbin angin sebesar Rp2 miliar jika dilihat dari nilai investasi memang dianggap cukup besar dibanding dengan penggunaan sumber energi listrik lainnya. Tetapi itu hanya berlaku saat awal penggunaan serta biaya ini untuk jangka panjang dan hanya sekali pengeluaran. Berbeda dengan peralatan lainnya biaya awal relatif agak murah tetapi tidak efektif dan efesien. bahkan bisa mengakibatkan munculnya biaya yang jauh lebih tinggi.
    “Dengan tekhnologi turbin angin ini peralatan pembangkit listrik tak perlu lagi bahan bakar dengan biaya mahal. Turbin angin tidak lagi menggunakan bahan bakar. Turbin angin akan menyedot sumber energi yang melalui proses konversi yang akan menghasilkan sumber energi listrik,” ujarnya.

    PLN Sisakan 3 Pembangkit 10.000 MW untuk 2011


    PLN menyisakan tiga pembangkit yang akan mulai dibangun tahun 2011 yang merupakan bagian dari pembangunan 36 buah pembangkit tenaga listrik yang sesuai dengan program percepatan pembangunan pembangkit 10.000 MW (Fast Tracking Program/FTP) tahap pertama.
    Secara rinci, pembangkit tersebut dijabarkan sebagai berikut pembangkit Adipala  merupakan pembangkit yang berkapasitas 600 MW akan diselesaikan pada 2014. Pembangkit di Kalimantan Timur yang berkapasitas 2x100 MW akan diselesaikan pada akhir 2012, termasuk pembangkit di Riau yang  berkapasitas 2x100 MW.

    Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)


    stasiun pembangkit listrik thermal di mana panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir  pembangkit listrik.
    PLTN termasuk dalam pembangkit daya base load, yang dapat bekerja dengan baik ketika daya keluarannya konstan (meskipun boiling water reactor dapat turun hingga setengah dayanya ketika malam hari). Daya yang dibangkitkan per unit pembangkit berkisar dari 40 MWe hingga 1000 MWe. Unit baru yang sedang dibangun pada tahun 2005 mempunyai daya 600-1200 MWe.
    Hingga tahun 2005 terdapat 443 PLTN berlisensi di dunia , dengan 441 diantaranya beroperasi di 31 negara yang berbeda. Keseluruhan reaktor tersebut menyuplai 17% daya listrik dunia.

    Reaktor nuklir yang pertama kali membangkitkan listrik adalah stasiun pembangkit percobaan EBR-I pada 20 Desember 1951 di dekat Arco, Idaho, Amerika Serikat. Pada 27 Juni 1954, PLTN pertama dunia yang menghasilkan listrik untuk jaringan listrik (power grid) mulai beroperasi di Obninsk, Uni Soviet . PLTN skala komersil pertama adalah Calder Hall di Inggris yang dibuka pada 17 Oktober 1956

    Jenis-jenis PLTN

    PLTN dikelompokkan berdasarkan jenis reaktor yang digunakan. Tetapi ada juga PLTN yang menerapkan unit-unit independen, dan hal ini bisa menggunakan jenis reaktor yang berbeda. Sebagai tambahan, beberapa jenis reaktor berikut ini, di masa depan diharapkan mempunyai sistem keamanan pasif.

    Reaktor Fisi

    Reaktor daya fisi membangkitkan panas melalui reaksi fisi nuklir dari isotof fissi uranium dan plutonium.
    Selanjutnya reaktor daya fissi dikelompokkan lagi menjadi:
    • Reaktor thermal menggunakan moderator nuetron untuk melambatkan atau me-moderate neutron sehingga mereka dapat menghasilkan reaksi fissi selanjutnya. Neutron yang dihasilkan dari reaksi fissi mempunyai energi yang tinggi atau dalam keadaan cepat, dan harus diturunkan energinya atau dilambatkan (dibuat thermal) oleh moderator sehingga dapat menjamin kelangsungan reaksi berantai. Hal ini berkaitan dengan jenis bahan bakar yang digunakan reaktor thermal yang lebih memilih neutron lambat ketimbang neutron cepat untuk melakukan reaksi fissi.
    • Reaktor cepat menjaga kesinambungan reaksi berantai tanpa memerlukan moderator neutron. Karena reaktor cepat menggunkan jenis bahan bakar yang berbeda dengan reaktor thermal, neutron yang dihasilkan di reaktor cepat tidak perlu dilambatkan guna menjamin reaksi fissi tetap berlangsung. Boleh dikatakan, bahwa reaktor thermal menggunakan neutron thermal dan reaktor cepat menggunakan neutron cepat dalam proses reaksi fissi masing-masing.
    • Reaktor subkritis menggunakan sumber neutron luar ketimbang menggunakan reaksi berantai untuk menghasilkan reaksi fissi. Hingga 2004 hal ini hanya berupa konsep teori saja, dan tidak ada purwarupa yang diusulkan atau dibangun untuk menghasilkan listrik, meskipun beberapa laboratorium mendemonstrasikan dan beberapa uji kelayakan sudah dilaksanakan.

    Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)


    pembangkit yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik yang dibangkitkan ini biasa disebut sebagai hidroelektrik.
    Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah Generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari air. Namun, secara luas, pembangkit listrik tenaga air tidak hanya terbatas pada air dari sebuah waduk atau air terjun, melainkan juga meliputi pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air dalam bentuk lain seperti tenaga ombak.

    Kecepatan arus listrik


    Karena tidak ada yang tampak bergerak ketika arus biaya-laut, kita tidak bisa mengukur kecepatan aliran dengan mata. Instead we do it by making some assumptions and doing a calculation. Sebaliknya, kita melakukannya dengan membuat beberapa asumsi dan melakukan perhitungan. Let's say we have an electric current in normal lamp cord connected to bright light bulb. Katakanlah kita memiliki arus listrik di kabel lampu normal dihubungkan ke bola cahaya terang. The electric current works out to be a flow of approximatly 3 inches per hour. Karya-karya arus listrik keluar menjadi aliran approximatly 3 inci per jam. Very slow! Sangat lambat!
    Here's how I worked out that value. Berikut adalah cara saya bekerja di luar nilai itu. I know: Aku tahu:
    • Bulb power: about 100 watts, about 100V at 1A Bulb daya: sekitar 100 watt, sekitar 100V di 1A
    • Value for electric current: I = 1 ampere Nilai untuk arus listrik: I = 1 ampere
    • Wire diameter: D = 2/10 cm, radius R=.1cm Wire diameter: D = 2 / 10 cm, jari-jari R =. 1cm
    • Mobile electrons per cc (for copper, if 1 per atom): Q = 8.5*10^+22 Mobile elektron per cc (untuk tembaga, jika 1 per atom): Q = 8,5 * 10 ^ 22
    • Charge per electron: e = 1.6*10^-19 Charge per elektron: e = 1.6 * 10 ^ -19

    The equation: Persamaan:

    cm/sec = ________I_______ = .0023 cm/sec = 8.4 cm/hour cm / sec = ________I_______ = 0,0023 cm / detik = 8,4 cm / jam
               Q * e * R^2 * pi Q * e * R ^ 2 pi *
    
    This is for DC. Hal ini untuk DC. Chris R. points out that for a particular value of frequency of AC, the "skin effect" can cause the flow of charges in the center of a wire to be reduced while the current on the surface becomes stronger. Chris R. menunjukkan bahwa untuk suatu nilai tertentu frekuensi AC, "efek kulit" dapat menyebabkan aliran biaya di tengah kawat yang akan dikurangi sementara saat ini pada permukaan menjadi kuat. There are fewer charges flowing, and hence they must flow faster. Ada biaya lebih sedikit mengalir, dan karenanya mereka harus mengalir cepat. ("Skin Effect" is stronger at high frequencies and with thick wires. The effect can USUALLY be ignored in thin wires at 60Hz power-line frequencies.) ("Efek Kulit" lebih kuat pada frekuensi tinggi dan dengan kawat tebal Efeknya dapat BIASANYA diabaikan dalam kawat tipis pada frekuensi 60Hz kekuasaan-line..)

    sepeda stasioner dirancang untuk menciptakan listrik


    Dengan Czap Nick, Khusus untuk Chronicle The | 23 Agustus 2008
    Like a number of highly motivated people, David Butcher starts every day with a workout. Seperti sejumlah orang sangat termotivasi, David Butcher dimulai setiap hari dengan latihan. His poison: 45 minutes on a stationary bicycle. Nya racun: 45 menit pada sepeda stasioner. Fitness is part of the incentive, but Butcher's primary motivation is a long-standing, and possibly obsessive, quest to generate his own electricity. Kebugaran adalah bagian dari insentif, tetapi motivasi utama Butcher adalah berdiri-lama, dan mungkin obsesif, pencarian untuk menghasilkan listrik sendiri. So Butcher's stationary bike, which is wedged in a corner of his detached garage, is not your standard-issue exercise machine: It's a homemade power plant. Jadi sepeda stasioner Butcher's, yang terjepit di sudut garasinya terpisah, tidak standar-masalah mesin latihan Anda: Ini adalah pembangkit listrik buatan sendiri. Butcher designed his ingeniously simple pedal generator for maximum comfort and efficiency: As the rider pedals, a wooden flywheel drives an electric motor, which generates an electric current that flows into a bank of salvaged lead-acid batteries for storage. Jagal dirancang-Nya cerdik sederhana pedal generator untuk kenyamanan maksimum dan efisiensi: Sebagai pengendara pedal, roda gila kayu drive motor listrik, yang menghasilkan sebuah arus listrik yang mengalir ke bank baterai timbal-asam diselamatkan untuk penyimpanan.

    Siklus PLTU | Pembangkit Listrik Tenaga Uap


    Sebuah pembangkit listrik jika dilihat dari bahan baku untuk memproduksinya, maka Pembangkit Listrik Tenaga Uap bisa dikatakan pembangkit yang berbahan baku Air. Kenapa tidak UAP? Uap disini hanya sebagai tenaga pemutar turbin, sementara untuk menghasilkan uap dalam jumlah tertentu diperlukan air. Menariknya didalam PLTU terdapat proses yang terus menerus berlangsung dan berulang-ulang. Prosesnya antara air menjadi uap kemudian uap kembali menjadi air dan seterusnya. Proses inilah yang dimaksud dengan Siklus PLTU.
    Air yang digunakan dalam siklus PLTU ini disebut Air Demin (Demineralized), yakni air yang mempunyai kadar conductivity (kemampuan untuk menghantarkan listrik) sebesar 0.2 us (mikro siemen). Sebagai perbandingan air mineral yang kita minum sehari-hari mempunyai kadar conductivity sekitar 100 – 200 us. Untuk mendapatkan air demin ini, setiap unit PLTU biasanya dilengkapi dengan Desalination Plant dan Demineralization Plant yang berfungsi untuk memproduksi air demin ini.
    Secara sederhana bagaimana siklus PLTU itu bisa dilihat ketika proses memasak air. Mula-mula air ditampung dalam tempat memasak dan kemudian diberi panas dari sumbu api yang menyala dibawahnya. Akibat pembakaran menimbulkan air terus mengalami kenaikan suhu sampai pada batas titik didihnya. Karena pembakaran terus berlanjut maka air yang dimasak melampaui titik didihnya sampai timbul uap panas. Uap ini lah yang digunakan untuk memutar turbin dan generator yang nantinya akan menghasilkan energi listrik.
    Secara sederhana, siklus PLTU digambarkan sebagai berikut :
    Siklus PLTU
    Siklus PLTU
    1. Pertama-tama air demin ini berada disebuah tempat bernama Hotwell.
    2. Dari Hotwell, air mengalir menuju Condensate Pump untuk kemudian dipompakan menuju LP Heater (Low Pressure Heater) yang pungsinya untuk menghangatkan tahap pertama. Lokasi hotwell dan condensate pump terletak di lantai paling dasar dari pembangkit atau biasa disebut Ground Floor. Selanjutnya air mengalir masuk ke Deaerator.
    3. Di dearator air akan mengalami proses pelepasan ion-ion mineral yang masih tersisa di air dan tidak diperlukan seperti Oksigen dan lainnya. Bisa pula dikatakan deaerator memiliki pungsi untuk menghilangkan buble/balon yang biasa terdapat pada permukaan air. Agar proses pelepasan ini berlangsung sempurna, suhu air harus memenuhi suhu yang disyaratkan. Oleh karena itulah selama perjalanan menuju Dearator, air mengalamai beberapa proses pemanasan oleh peralatan yang disebut LP Heater. Letak dearator berada di lantai atas (tetapi bukan yang paling atas). Sebagai ilustrasi di PLTU Muara Karang unit 4, dearator terletak di lantai 5  dari 7 lantai yang ada.
    4. Dari dearator, air turun kembali ke Ground Floor. Sesampainya di Ground Floor, air langsung dipompakan oleh Boiler Feed Pump/BFP (Pompa air pengisi) menuju Boiler atau tempat “memasak” air. Bisa dibayangkan Boiler ini seperti drum, tetapi drum berukuran raksasa. Air yang dipompakan ini adalah air yang bertekanan tinggi, karena itu syarat agar uap yang dihasilkan juga bertekanan tinggi. Karena itulah konstruksi PLTU membuat dearator berada di lantai atas dan BFP berada di lantai dasar. Karena dengan meluncurnya air dari ketinggian membuat air menjadi bertekanan tinggi.
    5. Sebelum masuk ke Boiler untuk “direbus”, lagi-lagi air mengalami beberapa proses pemanasan di HP Heater (High Pressure Heater). Setelah itu barulah air masuk boiler yang letaknya berada dilantai atas.
    6. Didalam Boiler inilah terjadi proses memasak air untuk menghasilkan uap. Proses ini memerlukan api yang pada umumnya menggunakan batubara sebagai bahan dasar pembakaran dengan dibantu oleh udara dari FD Fan (Force Draft Fan) dan pelumas yang berasal dari Fuel Oil tank.
    7. Bahan bakar dipompakan kedalam boiler melalui Fuel oil Pump. Bahan bakar PLTU bermacam-macam. Ada yang menggunakan minyak, minyak dan gas atau istilahnya dual firing dan batubara.
    8. Sedangkan udara diproduksi oleh Force Draft Fan (FD Fan). FD Fan mengambil udara luar untuk membantu proses pembakaran di boiler. Dalam perjalananya menuju boiler, udara tersebut dinaikkan suhunya oleh air heater (pemanas udara) agar proses pembakaran bisa terjadi di boiler.
    9. Kembali ke siklus air. Setelah terjadi pembakaran, air mulai berubah wujud menjadi uap. Namun uap hasil pembakaran ini belum layak untuk memutar turbin, karena masih berupa uap jenuh atau uap yang masih mengandung kadar air. Kadar air ini berbahaya bagi turbin, karena dengan putaran hingga 3000 rpm, setitik air sanggup untuk membuat sudu-sudu turbin menjadi terkikis.
    10. Untuk menghilangkan kadar air itu, uap jenuh tersebut di keringkan di super heater sehingga uap yang dihasilkan menjadi uap kering. Uap kering ini yang digunakan untuk memutar turbin.
    11. Ketika Turbin berhasil berputar berputar maka secara otomastis generator akan berputar, karena antara turbin dan generator berada pada satu poros. Generator inilah yang menghasilkan energi listrik.
    12. Pada generator terdapat medan magnet raksasa. Perputaran generator menghasilkan beda potensial pada magnet tersebut. Beda potensial inilah cikal bakal energi listrik.
    13. Energi listrik itu dikirimkan ke trafo untuk dirubah tegangannya dan kemudian disalurkan melalui saluran transmisi PLN.
    14. Uap kering yang digunakan untuk memutar turbin akan turun kembali ke lantai dasar. Uap tersebut mengalami proses kondensasi didalam kondensor sehingga pada akhirnya berubah wujud kembali menjadi air dan masuk kedalam hotwell.
    Siklus PLTU ini adalah siklus tertutup (close cycle) yang idealnya tidak memerlukan lagi air jika memang kondisinya sudah mencukupi. Tetapi kenyataannya masih diperlukan banyak air penambah setiap hari. Hal ini mengindikasikan banyak sekali kebocoran di pipa-pipa saluran air maupun uap di dalam sebuah PLTU.
    Untuk menjaga siklus tetap berjalan, maka untuk menutupi kekurangan air dalam siklus akibat kebocoran, hotwell selalu ditambah air sesuai kebutuhannya dari air yang berasal dari demineralized tank.
    Berikut adalah gambaran siklus PLTU secara lengkap. (Klik pada gambar untuk memperjelas).
    Siklus PLTU Lengkap
    Siklus PLTU Lengkap
    Refferensi : http://wongkentir.blogspot.com

    Karakteristik Beberapa Jenis Bahan Penghantar Listrik


    Seperti telah kita ketahui, bahwa untuk pelaksanaan penyaluran energi listrik dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu berupa saluran udara dan kabel tanah. Pada saluran Udara, terutama hantaran udara telanjang biasanya banyak menggunakan kawat penghantar yang terdiri atas: kawat tembaga telanjang (BCC, singkatan dari Bare Cooper Cable), Aluminium telanjang (AAC, singkatan dari All Aluminium Cable), Campuran yang berbasis aluminium (Al-Mg-Si), Aluminium berinti baja (ACSR, singkatan dari Aluminium Cable Steel Reinforced) dan Kawat baja yang berisi lapisan tembaga (Cooper Weld).

    Sedangkan pada saluran kabel tanah, biasanya banyak menggunakan kabel dengan penghantar jenis tembaga dan aluminium, perkembangan yang sangat dominan pada saluran kabel tanah adalah dari sisi bahan isolasinya, dimana pada saat awal banyak menggunakan isolasi berbahan kertas dengan perlindungan mekanikal berupa timah hitam, kemudian menggunakan minyak ( jenis kabel ini dinamakan GPLK atau Gewapend Papier Lood Kabel yang merupakan standar belanda dan NKBA atau Normal Kabel mit Bleimantel Aussenumheullung yang merupakan standar jerman, dan jenis bahan isolasi yang terkini adalah isolasi buatan berupa PVC (Polyvinyl Chloride) dan XLPE (Cross-Linked Polyethylene). Jenis bahan isolasi PVC dan XLPE pada saat ini telah berkembang pesat dan merupakan bahan isolasi yang andal.

    Di waktu yang lalu, bahan yang banyak digunakan untuk saluran listrik adalah jenis tembaga (Cu). Namun karena harga tembaga yang tinggi dan tidak stabil bahkan cenderung naik, aluminium mulai dilirik dan dimanfaatkan sebagai bahan kawat saluran listrik, baik saluran udara maupun saluran kabel tanah. Lagipula, kawat tembaga sering dicuri karena bahannya dapat dimanfaatkan untuk pembuatan berbagai produk lain.

    Suatu ikhtisar akan disampaikan dibawah ini mengenai berbagai jenis logam atau campurannya yang dipakai untuk kawat saluran listrik, yaitu:

    • Tembaga elektrolitik, yang harus memenuhi beberapa syarat normalisasi, baik mengenai daya hantar listrik maupun mengenai sifat-sifat mekanikal.

    • Brons, yang memiliki kekuatan mekanikal yang lebih besar, namun memiliki daya hantar listrik yang rendah. Sering dipakai untuk kawat pentanahan.

    • Aluminium, yang memiliki kelebihan karena materialnya ringan sekali. Kekurangannya adalah daya hantar listrik agak rendah dan kawatnya sedikit kaku. Harganya sangat kompetitif. Karenanya merupakan saingan berat bagi tembaga, dan dapat dikatakan bahwa secara praktis kini mulai lebih banyak digunakan untuk instalasi-instalasi listrik arus kuat yang baru dari pada menggunakan tembaga.

    • Aluminium berinti baja, yang biasanya dikenal sebagai ACSR (Aluminium Cable Steel Reinforced), suatu kabel penghantar aluminium yang dilengkapi dengan unit kawat baja pada inti kabelnya. Kawat baja itu diperlukan guna meningkatkan kekuatan tarik kabel. ACSR ini banyak digunakan untuk kawat saluran hantar udara.

    • Aldrey, jenis kawat campuran antara aluminium dengan silicium (konsentrasinya sekitar 0,4 % – 0,7 %), Magnesium (konsentrasinya antara 0,3 % - 0,35 %) dan ferum (konsentrasinya antara 0,2 % - 0,3 %). Kawat ini memiliki kekuatan mekanikal yang sangat besar, namun daya hantar listriknya agak rendah.

    • Cooper-weld, suatu kawat baja yang disekelilingnya diberi lapisan tembaga.

    • Baja, bahan yang paling banyak digunakan sebagai kawat petir dan juga sebagai kawat pentanahan.

    Berdasarkan ikhtisar diatas, dapat dikatakan bahwa bahan yang terpenting untuk saluran penghantar listrik adalah tembaga dan aluminium, sehingga kedua bahan tersebut banyak digunakan sebagai kawat pengantar listrik, baik saluran hantar udara maupun kabel tanah.